Sejarah keishinkan karate-Do Indonesia

Diposting oleh PUSAKA GERANTANG KUSUMAH pada 04:24, 24-Sep-12

Di: Sejarah Karate

SEJARAH KARATE
KEI SHIN KAN
DAN
PERKEMBANGAN
KEI SHIN KAN
INDONESIA Okinawa adalah daratan
yang terbesar di antara
kepulauan Ryukyu
yang terbentang dari
Jepang sampai Taiwan,
luasnya kira-kira 460 mil terletak kira-kira 300 mil
ke Selatan dari Ujung
Selatan daratan utama,
300 nautical mil Utara
Taiwan dan 400 nautical
mil sebelah Timur Cina. Disini arus panas dari
Laut Kuning, Laut Cina
Timur dan Pasifik
bertemu. Di pulau
Okinawa inilah pertama
kali lahir apa yang kemudian disebut
KARATE.
Pada abad XV Okinawa
mengalami pembauran
kebudayaan dengan
negara-negara Asia dan Te berkembang juga
menyerap aspek-aspek
seni yang cocok dari
beberapa Negara
termasuk Cina, sehingga
timbul dugaan bahwa Karate berasal dari
daratan Cina.
Sesungguhnya ada
perbedaan antara Te
dengan seni beladiri Cina
yang dilukiskan baik dalam bentuk puisi
maupun sejarah seni
beladiri.
Di daerah Okinawa
terkenal beladiri yang
disebut Shuri-Te. Naha-Te dan Tomari-Te, tetapi di
luar Okinawa orang-
orang Jepang
menyebutnya dengan
Okinawa-Te. Di daerah
Shuri terkenal dengan tokohnya Ankoh
Yasutsune Itosu yang
melatih sejumlah
karateka-karateka
istimewa yang
diantaranya adalah Kensu Yabu, Chomo
Nagasino, Gichin
Funakoshi , Chotoku
Kyan, Kenwa Mabuni,
Shinpan Gusukma,
Moden Yabiku, Chosin Chibana, Kiyatake dan
Kanken Tiyama.
Kanken Toyama pernah
menjadi instruktur
pembantu terbaik
selama bertahun-tahun, disamping itu pernah
belajar pada tokoh
Naha-Te Higaonna
Kanryo dan Chosin
Chibana ahli Kobujutsu
dari Shuri. Di daerah Shuri inilah
mula-mula terlihat
adanya bentuk beladiri
KATA atau keserasian
jurus-jurus yang cepat ,
kuat dan lincah. Ciri-ciri inilah yang selanjutnya
menjadi dasar gerakan
KEI SHIN KAN .
Di daerah Naha bentuk
KATA atau keserasian
jurus-jurus yang dimiliki berbeda, yaitu kokoh
dan berakar. Di daerah
ini terkenal dengan
tokohnya yang
bernama Higaonna
Kanryo. Ia mempunyai murid istimewa
bernama Choyun Miyagi.
Di daerah Tomari
terkenal dengan
tokohnya yang
bernama Whichi. Bentuk latihannya tidak jauh
berbeda dengan gaya
Shuri tetapi semu
pengikutnyanya
menyebut dengan gaya
Whichi-Ryu. Berhubung tiap bagian
tertutup bagi bagian
yang lain , maka Karate
mengalami
perkembangan dalam
bentuk yang berbeda- beda. Tokoh dari Shuri-
Te yaitu Ankoh
Yasutsune Itosu dan
tokoh dari Naha-Te
Higaonna Kanryo
memiliki keyakinan pada ajaran-ajaran lama
yang mengatakan
bahwa banyak cara
untuk melakukan
Karate-do dan untuk
mencapai puncak seni keberanian /
keperkasaan ini,
keduanya tidak
membentuk gaya /
aliran meskipun puncak
mereka berbeda dalam banyak aspek. Suatu
lagu rakyat Okinawa
mengatakan : Walau
kita mengambil jalan-
jalan yang berbeda
unutk mencapai gunung kayu, masing-masing
dari kita mencapai
tujuan dan menghargai /
menyanjung bulan bila
kita sampai ke puncak.
Lagu tersebut mempunyai arti, kita
dapat mencapai tujuan
yang sama dalam
mempelajari apapun
yang kita pilih.
Tujuannya tidaklah membedakan antara
gaya-gaya dalam
filosofi / filsafat yang
mendalam., tetapi
mereka mengambil
sesuatu yang umum. Salah seorang tokoh
Ankoh Yasutsune Itosu
dari Shuri yag terkenal
dalam sejarah
perkaratean yang juga
tidak membuat gaya / aliran tersendiri adalah
Kanken Toyama yang
lahir di Shuri Okinawa
tahun 1888 dan
meninggal dunia pada
tahun 1966. Kanken Toyama dating ke
daerah Miguro Tokyo
untuk memberiikan
latihan secara umum.
Karatenya diberi nama
Shodokan, Shodokan bukanlah sebuah aliran
tetapi hanya sebuah
nama alamat. Alasan dia
tidak membuat gaya /
aliran tersendiri adalah
bahwa di dalam Karate perkembangannya tidak
terbatas. Seni beladiri itu
adalah seseuatu yang
hidup dan berkembang
serta merupakan proses
pembinaan yang tidak pernah berakhir. Gaya /
aliran itu sangat terikat
dengan pendiri masing-
masing atau sekolah
sekolah, sehinggan
membatasi perkembangan seni
beladiri Karate dan dapat
merugikan pengikut
seni keberanian /
keperkasaan ini.
Semua KATA yang dipertandingkan di
dunia berasal dari 3
daerah Okinawa
tersebut yaitu Shuri-Te,
Naha-Te dan Tomari-Te.
Setelah meninggalnya para penemu Karate
tersebut, murid-
muridnya sebagian
mendirikan aliran Karate
dan memodifikasi jenis
KATA untuk kepentingan
perguruannya.
Akhirnya bentuk ciri-ciri
iniah yang menjadi
kiblat dunia perkaratean
sekarang. Kita patut merenungi
pemikiran Tei Junsoku,
seorang sarjana
kenamaan di Okinawa
yang lahir tahun 1663
dan sering disebut Nago Oyakata pernah
membuat sajak ketika ia
melihat pertunjukan
tradisional Okinawa-Te
yang disebut TOTE . Ia
menulis sajak yang menyebutkn bahwa
dalam kehidupan
manusia, Te sangatlah
berguna.
Bagaimanapun juga,
kamu bolah melebihi atau mengungguli seni
TE dan berusaha keras
untuk mempelajarinya ,
tetapi yang lebih
penting dari semu itu
adalah kelakuanmu dan perikemanusiaan sebagai
pandangan dalam
kehidupan sehari-hari.
Di antara murid-murid
Kanken Toyama yang
paling menonjol dan memiliki keistimewaan
adalah MASANAO TAKA
ZAWA yang mana
orangtuanya adalah
teman dekat Kanken
Toyama. Masanao Takazawa berlatih
Karate hingga mencapai
tingkatan DAN IX Hanshi
Karate, Judo DAN VI,
Kendo DAN V, Aikido V,
Iaido DAN V, serta Kodachi.
Kemudian MASANAO
TAKAZAWA
mendirikan perguruan
Karate KEI SHIN KAN.
Kei Shin Kan bukanlah suatu gaya / aliran,
tetapi merupakan nama
sebuah tempat latihan di
depan stasiun kereta api
di Takashima Daira-
Tokyo, dilantai IV dan hingga sekarang
digunakan sebagai pusat
laihan International KEI
SHIN KAN Karate
Association. Adapun
nama Kei SHIN KAN mempunyai arti
tersendiri, yaitu :
KEI berarti kerendahan
hati ,
SHIN berarti hati dan
Jiwa, KAN berarti balai /
tempat latihan ( tempat
mencari kesempurnaan
hidup melalui Karate )
KEI SHIN KAN
mengajarkan untuk menghormati diri ,
menghormati orang
lain yang patut
dihormati dan membantu
membentuk
keyakinan dalam kesanggupan membela
diri serta menghindari kekerasan ( bukan berarti takut dan
menghindarkan diri dari
perkelahian melawan
kejahatan ) .
Sejarah KEI SHIN KAN
telah berlangsung selama setengah abad
lamanya di Negara
asalnya dan telah
menyebar ke berbagai
Negara yang jauh
termasuk Indonesia. KEI SHIN KAN di
Indonesia didirikan oleh
JOHN ANGKAWIDJAJA
pada tanggal 27 April
1974, dimana
sebelumnya beliau pernah belajar Karate di
Jepang.
Kemajuan dan
perkembangan KEI SHIN
KAN di Indonesia tidak
dapat dipisahkan dari perjuangan Sensei JOHN
ANGKAWIDJAJA yang
sangat mencintai beladiri
karate. Untuk
meningkatkan kualitas
serta kemajuan teknik Karate KEI SHIN KAN di
Indonesia, beliau sering
mendatangkan pelatih
dari Jepang serta
mengirim karateka-
karateka berprestasi ke luar negeri.
Tahun 1974, beliau
mendatangkan
KAZUYUKI UEMATSU
DAN IV , awal tahun
1975 KISAKU UCHIDA DAN VII. Pada tanggal 15
September 1975 KEI
SHIN KAN KARATE-DO
INDONESIA
menyelenggarakan
pertandingan terbuka tingkat International di
Jakarta yang diikuti
oleh 6 (enam) Negara
sahabat dan anggota
FORKI, yang dihadiri
pula oleh pimpinan tertinggi International
KEI SHIN KAN Karate
Association dari Jepang
yaitu Shihan MASANAO
TAKAZAWA DAN IX
dengan beberapa muridnya yang juga
ambil bagian dalam
pertandingan
International tersebut.
Di antaranya
TOSHITAKA KOIKE DAN V, YASUO SUZUKI DAN
IV, HIROSHI GEMA DAN
III, dan MASASHI ISHI
DAN III.
YASUO SUZUKI pernah
tinggal di Jakarta tahun 1975-1977 dan
merupakan kebanggaan
tersendiri bagi
perguruan KEI SHIN
KAN KARATE-DO
INDONESIA karena pada saat itu merupakan satu-
satunya perguruan
Karate yang mampu
menyelenggarakan
pertandingan bertaraf
International. Pertandingan bertaraf
Internasional
berikutnya berlangsung
di Semarang pada
tanggal 14-16 Juli 1995
yang mana dihadiri oleh Negara Jepang,
Singapura dan 10 Pengda
Kei Shin Kan Karate-Do
Indonesia. Hadir dalam
pertandingan tersebut,
President International Kei Shin Kan Karate
Association Shihan
MASANAO TAKAZAWA
DAN IX beserta istri,
Sensei EIICHI
YAMAZAKI DAN VIII yang merupakan Kepala
Pelatih JKF ITABASHI
sekaligus Kepala Pelatih
International Kei Shin
Kan Karate Association-
Tokyo beserta istri dan dua orang muridnya
yaitu NAKAMURA
TSUNEO dan MASAHIKO
ONIWA yang juga ambil
bagian dalam
pertandingan tersebut serta 10 orang Karateka
senior dan yuior dari
Singapura yang dipimpin
oleh Sensei JAKSON TAN
DAN V , MICHAEL WONG,
FRANCIS YAUW dan CHEN LAI YONG.
Shihan BAMBANG
DEWANTORO (Alm) DAN
VII sebagai pengganti
Sensei JOHN
ANGKAWIDJAJA yang telah menetap di
Amerika sejak tahun
1978, mengikuti
langkah-langkah yang
telah ditempuh
pendahulunya memperdalam Karate di
Jepang, dan setiap tahun
mengikuti kegiatan
International Kei Shin
Kan Karate Association
serta mendatangkan pelatih-pelatih dari luar
negeri seperti Sensei
TAN SONG YONG DAN IV
dari Singapura pada
tahun 1979 dan Sensei
JAKSON TAN DAN V pada tahunb 1981.
Kepala Pelatih Singapura,
tahun 1983 Sensei
KISAKU UCHIDA DAN
VII dari Australia, tahun
1986 Sensei EIIICHI YAMAZAKI DAN VII,
Sensei SADAO UENO DAN
V, Sensei HIROSHI IJIMA
DAN V dari Jepang.
Setiap tahunnya
mengirim karateka- katateka berprestasi ke
Jepang untuk mengikuti
latihan dan pertandingan
serta berhasil membawa
nama Karateka
Indonesia ( JOKO PRAKOSO ) meraih Juara
ke II Komite Perorangan
Yunior dan Juara II
KATA Perorangan
Yunior pada Kejuaraan
International 5 Agustus 1990 di NAGANO Jepang.
Karateka KEI SHIN KAN
Indonesia yang pernah
meraih porestasi
Internasional adalah
Bambang Dewantoro, Denny Bestaret dan
Rusdy Hanto Darmawan.
Dari Jakarta Kei Shin Kan
Karte telah menyebar ke
13 Propinsi di Indonesia
dan sejalan dengan perkembangannya.
Tanggal 3 Desember 2005
adalah hari kelabu bagi
perguruan KEI SHIN
KAN Karate-Do
Indonesia dimana KEI SHIN KAN Karate-Do
Indonesia telah
kehilangan seorang
putra terbaiknya yang
merupakan figure yang
mana semasa hidupnya selalu mendedikasikan
dan selalu memikirkan
kemajuan serta
perkembangan KEI SHI
KAN Karate-Do
Indonesia, pada itu Shihan Bambang
Dewantoro meningggal
dunia di Semarang.
Selamat Jalan Shihan,
kami tetap mendoakan
dan mengingat jasamu.Setelah Shihan
Bambang Dewantoro
meninggal, maka Grand
Master MASANAO
TAKAZAWA selaku
President International KEI SHIN KAN Karate
Association menunjuk
Sensei Rusdy Hanto Darmawan DAN V sebagai Kepala Pelatih
Pusat KEI SHIN KAN
Karate-Do Indonesia
untuk melanjutkan dan
mengembangkan seni
beladiri karate khususnya KEI SHIN
KAN Karate-Do
Indonesia untuk masa
bakti 2005-2009 dipimpin
oleh Leonard Mamahit DAN II, dimana sibawah
kepemimpinan beliau
akan diselenggarakan
Kejuaraan Nasional III
pada tanggal 9 dan 10
Desember 2006. Selain itu untuk meningkatkan
keberadaan Kei Shin Kan
Karate-Do Indonesia dan
untuk regenerasi ke
depan serta seseuai
dengan visi, misi dan motto, maka pada
kesempatan Kejurnas III
ini juga akan diadakan
Ujian Kenaikan Tingkat
Sabuk Hitam Nasional
KEI SHIN KAN Karate-Do Indonesia pada tanggal 7
dan 8 Desember 2006.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Sejarah keishinkan karate-Do Indonesia"

kakashirohman81 pada 23:07, 25-Sep-12

mantap

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar